Notification

×

Iklan

Iklan

6 CIRI KHUSUS PEJABAT DAN WAKIL RAKYAT YANG MUDAH DITINGGALKAN OLEH RAKYAT

Kamis, 15 Januari 2015 | 17.26 WIB Last Updated 2015-02-08T11:34:01Z
    Share

Menjadi seorang Pejabat Negara dan Perwakilan Rakyat gampang-gampang susah, karena di satu sisi, ia harus berbuat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Rakyat, tapi di sisi lain juga harus memiliki karakter sebagai seorang Pejabat yang baik.
Berikut ini adalah 6 ciri Pejabat dan wakil Rakyat yang mudah ditinggalkan oleh Rakyat.

Tidak Punya Rasa Malu
Saat seorang pejabat memiliki rasa malu yang kurang, atau bahkan tidak malu sama sekali untuk melakukan hal yang tidak baik, maka Rakyat berhak untuk meninggalkannya. Dan itulah yang banyak terjadi pada Pejabat2 yang tidak punya rasa malu. Misalnya saja, mengambil uang Negara yang bukan miliknya atau memperlakukan Masyarakat Kecil dengan tidak baik di hadapan Masyarakat Lainnya.
Berani Negatif
Berani di sini bukanlah dalam arti yang positif, melainkan dalam arti yang negatif. Pejabat Negara yang berani menentang Rakyatnya sendiri biasanya lebih mudah untuk ditinggalkan oleh Rakyat karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan Berbangsa.
Jorok
Pejabat yang tidak bisa menjaga kebersihan wilayahnya atau menyediakan fasilitas kebersihan, apalagi soal kerapian wilayahnya, ini akan ditinggalkan oleh Rakyatnya. Oleh karena itu, hal ini bisa dijadikan sebagai alasan kuat mengapa Pejabat dilengserkan.
Banyak Menuntut
Menuntut banyak hal kepada Rakyat tanpa melihat kondisi Rakyatnya, apalagi kurang mensejahterakan Rakyatnya. Pejabat Negara yang beginilah yang cenderung lebih mudah dilengserkan karena selalu menuntut tanpa melihat bagaimana Kondisi Rakyat.

Membebani Rakyat
Jika Rakyat sudah melakukan kerja keras demi mencukupi kewajibannya terhadap Negara (pajak2), namun itupun tdk jelas bagaimana  pengelolaan uang Rakyat yg masuk ke Negara. Ini juga hal yg fatal Rakyat meninggalkan Pejabat Negara.
Terlalu Sering Keluar Negeri
Menjadi Pejabat dan Perwakilan Rakyat, karir dan punya banyak teman bukan hal yang salah. Tapi, kalau hal ini menjadi rutinitas yang berpotensi meninggalkan Program masyarakat, apa jadinya kondisi daerah kita?

Oleh karena itu, jadilah Pejabat dan Wakil rakyat yang bisa memahami kebutuhan Rakyatnya dan tetap seimbang dalam melakoni Politik kepentingan. Selamat menjadi Pejabat2 dan Wakil Rakyat yang baik ya.?
×
Berita Terbaru Update