POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Sidang paripurna DPR RI berujung kegaduhan setelah para pimpinan DPR mengenakan masker, Jumat (3/10/2015). Hal ini berimbas dengann hujan interupsi dan menganggap pimpinan DPR memainkan dagelan politik.
Dalam rapat paripurna, pimpinan dewan terlihat menggunakan masker sebagai aksi simbolik yang merasa prihatin terhadap korban bencana asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Saat awal sidang berlangsung, banyak interupsi yang dilakukan anggota parlemen lainnya meminta para pimpinan DPR RI melepaskan masker, namun permintaan ini tak digubris.
Puncaknya, saat menyenayikan lagu kebangsaan tercinta, masker itu tidak dilepas saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan. Hal ini langsung menyulut emosi parlemen yang lainnya.
Mereka mengatakan hal ini tak seharusnya dilakukan para pemimpin DPR RI karena dinilai mempermalukan sidang paripurna hari ini.
Namun, Ketua DPR RI Setya Novanto menjawab kritikan anggota dewan perihal penggunaan masker dalam paripurna hari ini.
Menurut Setya, mengenakan masker saat pembukaan sidang paripurna adalah aksi simbolik sebagai bentuk rasa empati terhadap masyarakat korban kebakaran hutan dan kabut asap.
“Masker ini kan menunjukkan empati kita. Pimpinan menunjukkan dengan masker, ini untuk mengingatkan kembali supaya teman-teman anggota kita ingatkan kejadian asap dan agar jadi perhatian,” sebut politikus Partai Golkar itu di sela-sela paripurna, di gedung DPR RI Senayan Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Dalam rapat paripurna, pimpinan dewan terlihat menggunakan masker sebagai aksi simbolik yang merasa prihatin terhadap korban bencana asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Saat awal sidang berlangsung, banyak interupsi yang dilakukan anggota parlemen lainnya meminta para pimpinan DPR RI melepaskan masker, namun permintaan ini tak digubris.
Puncaknya, saat menyenayikan lagu kebangsaan tercinta, masker itu tidak dilepas saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan. Hal ini langsung menyulut emosi parlemen yang lainnya.
Mereka mengatakan hal ini tak seharusnya dilakukan para pemimpin DPR RI karena dinilai mempermalukan sidang paripurna hari ini.
Namun, Ketua DPR RI Setya Novanto menjawab kritikan anggota dewan perihal penggunaan masker dalam paripurna hari ini.
Menurut Setya, mengenakan masker saat pembukaan sidang paripurna adalah aksi simbolik sebagai bentuk rasa empati terhadap masyarakat korban kebakaran hutan dan kabut asap.
“Masker ini kan menunjukkan empati kita. Pimpinan menunjukkan dengan masker, ini untuk mengingatkan kembali supaya teman-teman anggota kita ingatkan kejadian asap dan agar jadi perhatian,” sebut politikus Partai Golkar itu di sela-sela paripurna, di gedung DPR RI Senayan Jakarta, Jumat (30/10/2015).

