Wajo, Tirtaindonesia.com – Menanggapi peristiwa kebakaran dalam
kota Sengkang kabupaten Wajo, khususnya kebakaran rumah kosong yang sudah
terjadi beberapa kali dalam beberapa pekan ini, segenap lapisan masyarakat di
kecamatan Tempe dan sekitarnya melakukan berbagai upaya pencegahan.
Salah satu lurah yang melakukan tindakan cepat adalah lurah
Wiringpalennae. Demi mengantisipasi bertambahnya peristiwa kebakaran, Lurah
Wiringpalennae, Andi Ahmad Ridha, S.STP bersama aparatnya melakukan pendataan rumah
kosong milik warganya, Kamis (10/Sep/15). Kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan
pemerintah dan warga setempat untuk mengontrol rumah-rumah tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, Forum Kemitraan
Polisi-Masyarakat (FKPM) kelurahan Wiringapalennae juga turut
serta membantu pemerintah setempat.
Sedikitnya ada 28 unit rumah kosong di wilayah tersebut. Selain
itu, pemerintah kelurahan juga melakukan sosialisasi kepada warga mengenai
berbagai upaya yang bisa dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kejadian
ini.
“Berbagai hal telah kami sampaikan ke warga. Kami menghimbau
untuk berhati-hati apabila ingin melakukan pembakaran di lahan sawah / kebun
atau sampah di sekitar rumah. Apalagi sebagian besar rumah warga, utamanya
atapnya terbuat dari bahan yang mudah terbakar,” tutur Andi Ahmad Ridha.
Sekretaris kelurahan, Andi Faizal membenarkan hal tersebut. “Kami
juga sudah menghimbau warga agar tetap waspada terutama bagi pemilik rumah
kosong beberapa hari yang lalu melalui masjid-masjid yang ada di Wiringpalennae,”
ungkapnya. “Pendataan ini dilakukan sekaitan dengan perintah dari pak Camat. Tapi
untuk sosialiasi itu sendiri, kami sudah melakukan beberapa hari yang lalu
sebelum ada perintah dari beliau,” tambahnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, rumah-rumah kosong tersebut
(satu di antaranya kandang ayam) tersebar di beberapa lokasi dalam lingkup
kelurahan Wiringpalennae dengan kondisi rata-rata kosong karena pemiliknya
pergi merantau. (Fhyr / TI)

