![]() |
| AG. KH. Abunawas Bintang tetap meluangkan waktu untuk shalat meski dalam kondisi sakit. (Sumber foto: FB) |
Tirtaindonesia.com – Jodoh, Rezeki, dan Ajal. Ketiganya
merupakan rahasia Allah yang tak bisa ditebak. Pun halnya yang terjadi pada
salah satu ulama terkemuka, khususnya di kabupaten Wajo, AG. Drs. KH. Abunawas Bintang.
Kabar menggembirakan sempat beredar mengenai kondisi
kesehatan beliau yang sudah membaik pasca kecelakaan di jalan Pahlawan Sengkang,
Kamis (30/8) lalu. Namun, ternyata Allah berkehendak lain. Terjadi perdarahan
di kepala yang memaksa beliau harus menjalani operasi di PCC RS. Wahidin
Sudirohusodo Makassar, Jumat (4/9).
“Doakan ... Dokter akan mengambil tindakan operasi terhadap
darah yang berada di kepala Abba kami dan Abba kita semua... Allahumma ihfazhna
wahfazh mardhaana ... wa Ya Latief, ulthufna fi ma jarat bihil maqaadiir...”
tulis putra Gurutta Abu Nawas yang juga Kepala Madrasah Aliyah As'adiyah, Ustad
Muh Zuhri Abunawar Lc, Jumat (3/9/2015) pagi.
Meski tim dokter telah berusaha semaksimal mungkin, namun
kenyataan berkata lain. Sekitar pukul 23.15 wita, (4/9/2015) beliau
menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya.
“Iye, beliau meninggal dunia, sekitar 20 menit yang lalu.
Jenazah masih di RS,” jawab salah satu mahasiswa STAI As’adiyah yang sedang
berada di RS, Muhammad Rezky saat dikonfirmasi sekitar pukul 23.42 wita. Informasi ini pun langsung beredar luas, termasuk
melalui BBM dan Facebook. (Firman / TI)

