Wajo, Tirtaindonesia.com – Peristiwa kebakaran rumah kosong untuk sekian kalinya terjadi lagi. Kali ini terjadi di jl. Dahlia kec. Tempe kab. Wajo (±20 m dari kantor Samsat Wajo),
Rabu (9/9) sekitar pukul 02.40 WITA.
Api dengan
cepat menghanguskan satu rumah panggung milik Ali (alm). Lima armada Pemadam
Kebakaran kabupaten Wajo diterjunkan untuk menjinakkan api agar tidak menyebar
ke rumah yang lain. Jilatan api sempat berpindah ke rumah milik A. Fatmawati. Namun,
berkat kesigapan para awak Damkar, api hanya sempat
membakar sebagian dinding.
Kapolsek
Tempe, AKP Sutarno yang berada di TKP saat diwawancarai mengatakan penyebab sementara
kebakaran ini diduga karena arus pendek (korsleting). “Awal api masih dalam
lidik. Kita belum ketahui dimana awalnya. Rumah kosong, tidak ada korban. Kerugian
ditaksir Rp 150juta,” tuturnya. AKP Sutarno juga berpesan, utamanya kepada
pemilik rumah kosong agar memberikan penerangan di setiap rumah kosong agar
memudahkan pihak kepolisian mengawasi rumah tersebut saat patroli.
Keterangan berbeda muncul dari seorang warga yang bersebelahan dengan rumah korban. “Tidak ada listrik menyala. Kilometer listriknya sudah diturunkan (matikan),” ucapnya. Keterangan ini menyangsikan kalau penyebab kebakaran akibat arus pendek. “Kalau kerugian mungkin sekitar 20 jutaan semuanya,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang awak Damkar, A. Iddas mengatakan peristiwa kebakaran rumah kosong di Sengkang ini merupakan kasus yang ketujuh kalinya. Nampak Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Fiat Dedawanto bersama beberapa personel dari Polres Wajo, tiba di TKP beberapa saat setelah api berhasil dipadamkan.
Berdasarkan
hasil penelusuran, rumah panggung milik alm. Ali dulunya merupakan rumah kos
yang dikontrol oleh Anti (26 thn), putri dari almarhum. Namun sudah sekitar 4
bulan dalam keadaan kosong. Sementara rumah milik A. Fatmawati sudah 2 minggu
dalam keadaan kosong pula karena pemiliknya sedang berada di Tobulelle. (Firman Tirta)

