Notification

×

Iklan

Iklan

FSP BUMN Bersatu: Pembelian Pesawat A350 Berbau Mark Up

Selasa, 18 Agustus 2015 | 09.45 WIB Last Updated 2015-08-18T01:45:00Z
    Share
Kemarahan Menteri BUMN Rini Soemarno yang merespon usulan pembatalan rencana pembelian pesawat berbadan besar jenis Airbus 350 oleh PT Garuda Indonesia Tbk menimbulkan kecurigaan adanya kongkalikong dalam pembelian pesawat tersebut.
‎"Tentu saja menjadi kecurigaan kita semua, apakah Rini Soemarno terlibat langsung pada proyek pembelian pesawat Garuda. Sebab bukan rahasia lagi terkadang broker-broker pesawat dan perusahaan financialjika menawarkan produk ke BUMN sering potong kompas ke Menteri BUMN," ujar Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono, Senin (17/08/2015).
Arief setuju dengan gagasan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli agar pembelian 30 unit pesawat Airbus 350 oleh Garuda dengan menggunakan u‎tang USD44,5 miliar atau Rp266 triliun dari China Aviation Bank dibatalkan karena berpotensi merugikan negara.
‎Usulan Rizal, diyakini Arif, sudah disampaikan ke Presiden Jokowi, karena proses pembeliannya berbau mark up. Apalagi, pesawat jenis itu tidak cocok untuk penerbangan domestik dan regional, serta hanya cocok untuk rute internasional yang justru bisa membuat Garuda bangkrut.
‎"Atas dasar apa Rini Soemarno menyatakan Rizal Ramli telah mengintervensi.‎ Ini bukti arogansi Rini yang tidak ingin direcokin proyek-proyeknya di BUMN,"‎ tegas Arief.
"Usulan Rizal Ramli harus kita dukung. Sikap Menteri Rini yang blingsatan terkait usulan  Rizal kepada Jokowi pasti ada sesuatu yang tidak beres dalam pembelian tersebut‎," pungkas Arif. (TI/Detik.com)

×
Berita Terbaru Update