Notification

×

Iklan

Iklan

JAGO MERAH MENGAMUK, SATU RUMAH DI TAKKALALLA HANGUS TERBAKAR

Kamis, 20 Agustus 2015 | 16.01 WIB Last Updated 2015-08-20T08:02:29Z
    Share

Kebakaran yang menghanguskan rumah Hj. Busera, 20/8/15
Wajo, Tirtaindonesia.com – Musim kemarau yang melanda hampir sebagian besar di wilayah kabupaten Wajo sangat berpengaruh pada kondisi di daerah ini. Selain tanaman pertanian yang terancam kekeringan, musibah kebakaran juga menjadi peristiwa yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Lagi-lagi si jago merah kembali beraksi di desa Ajuraja kecamatan Takkalalla kabupaten Wajo sekitar pukul 14.00 wita, Kamis, 20/8/15. Kali ini, satu unit rumah milik Hj. Busera habis terbakar. Menurut saksi mata, asap berasal dari tempat tidur. Diduga kebakaran disebabkan karena ketidaksengajaan pemilik rumah karena mengingat usia beliau yang sudah tua dan dan dalam kondisi agak pikun dan rabun.

“Satu rumah, milik Hj. Busera. Katanya api berasal dari tempat tidur. Yang punya rumah sudah pikun,” ungkap Ria, warga yang datang langsung di lokasi kejadian.

Informasi yang kami dapatkan dari warga lainnya, Anha mengatakan selain Hj. Busera, ada keluarga lain yang tinggal di rumah tersebut, tapi di bawah rumah.

“Dia tinggal di atas, tapi adaji juga tinggal di bawah. Padahal barusan matimbang gabah senilai Rp 20juta. Itu uang ikut semua juga terbakar bede. Ada juga ringgitnya banyak bede. Na ikut mi juga disitu,” tutur Anha, salah seorang pegawai PLN Rayon Paria.

Selain uang puluhan juta beserta satu rumah, gabah yang belum sempat terjual pun ikut hangus terbakar. Meski tidak ada korban jiwa, tapi kaki Busera sempat tersambar kobaran api. Tapi untung ada warga yang sempat menyelamatkan.

Dikarenakan jarak tempuh yang agak jauh, armada pemadam kebakaran yang diturunkan tiba di lokasi setelah rumah dalam kondisi habis terbakar.

“Habis mi baru datang pemadam e. Susahnya mi kodong kalau di kampung,” imbuh Anha.

Namun demikian, masih ada harta benda yang sempat terselamatkan. Satu unit motor dan beberapa lembar pakaian, serta uang ringgit dan emas yang tersimpan dalam peti besi.

(Firman Tirta)
×
Berita Terbaru Update