Wajo, Tirtaindonesia.com – Musim kemarau yang melanda hampir
sebagian besar di wilayah kabupaten Wajo sangat berpengaruh pada kondisi di
daerah ini. Selain tanaman pertanian yang terancam kekeringan, musibah
kebakaran juga menjadi peristiwa yang marak terjadi akhir-akhir ini.
Lagi-lagi si jago merah kembali beraksi di desa Ajuraja
kecamatan Takkalalla kabupaten Wajo sekitar pukul 14.00 wita, Kamis, 20/8/15. Kali
ini, satu unit rumah milik Hj. Busera habis terbakar. Menurut saksi mata, asap berasal
dari tempat tidur. Diduga kebakaran disebabkan karena ketidaksengajaan pemilik
rumah karena mengingat usia beliau yang sudah tua dan dan dalam kondisi agak
pikun dan rabun.
“Satu rumah, milik Hj. Busera. Katanya api berasal dari
tempat tidur. Yang punya rumah sudah pikun,” ungkap Ria, warga yang datang
langsung di lokasi kejadian.
Informasi yang kami dapatkan dari warga lainnya, Anha
mengatakan selain Hj. Busera, ada keluarga lain yang tinggal di rumah tersebut,
tapi di bawah rumah.
“Dia tinggal di atas, tapi adaji juga tinggal di bawah. Padahal
barusan matimbang gabah senilai Rp 20juta. Itu uang ikut semua juga terbakar
bede. Ada juga ringgitnya banyak bede. Na ikut mi juga disitu,” tutur Anha, salah
seorang pegawai PLN Rayon Paria.
Selain uang puluhan juta beserta satu rumah, gabah yang
belum sempat terjual pun ikut hangus terbakar. Meski tidak ada korban jiwa,
tapi kaki Busera sempat tersambar kobaran api. Tapi untung ada warga yang
sempat menyelamatkan.
Dikarenakan jarak tempuh yang agak jauh, armada pemadam
kebakaran yang diturunkan tiba di lokasi setelah rumah dalam kondisi habis
terbakar.
“Habis mi baru datang pemadam e. Susahnya mi kodong kalau di
kampung,” imbuh Anha.
Namun demikian, masih ada harta benda yang sempat
terselamatkan. Satu unit motor dan beberapa lembar pakaian, serta uang ringgit
dan emas yang tersimpan dalam peti besi.
(Firman Tirta)

