![]() |
| Tersangka pembunuhan Sadis, la Konding |
Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan, Maysi dibunuh oleh
ayah kandungnya sendiri, Hasyaruddin alias la Konding dan mayatnya dibuang di
samping Taman Makam Pahlawan Empagae, tepatnya desa Assorajang kecamatan
Tanasitolo kabupaten Wajo.
Karena belum yakin dengan keterangan tersangka yang
mengatakan alasan dia tega menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri hanyalah
persoalan ‘remote TV’, pihak Polres Wajo terus melakukan pengembangan terhadap
kasus ini.
Hasil visum yang dilakukan tim dokter di RSUD
Lamaddukkelleng Sengkang didapatkan, selaput darah korban robek. Artinya,
korban sudah tidak perawan lagi sebelum maut merenggutnya. Berdasarkan
keterangan tersebut, maka pihak kepolisian Polres Wajo terus mencari tahu fakta
di balik kasus ini.
Fakta mencengangkan, ternyata tersangka sudah 9 kali
memperkosa anak gadisnya. Bahkan saat di rumah nenek korban di kabupaten
Soppeng pun, tersangka masih sempat melakukan aksi bejatnya itu.
“Tersangka menyetubuhi korban (anak kandungnya) sebanyak 9
kali. Pernah di rumah neneknya di Soppeng dan juga di rumah pelaku, Jl. Andi
Ninnong, kecamatan Tempe kabupaten Wajo,” ungkap Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP
Fiat Dedawanto.
Tersangka mengakui motif pembunuhan hanya karena emosi dan
jengkel dengan ulah korban yang sempat melawannya. Namun begitu, pihak Polres
Wajo masih terus mendalami kasus ini.
(Firman Tirta)

